Berbagai Bentuk Bisnis Internet Sebagai Media Sosialisasi Produk Keuangan Syariah



Perkembangan lembaga keuangan syariah di Indonesia mengalami peningkatan pesat dari tahun ke tahun. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja perbankan syariah cukup baik sehingga berkontribusi positif bagi pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Bukti nyata kinerja perbankan syariah cukup baik adalah ketika badai krisis ekonomi melanda Indonesia, dimana perbankan konvensional terpuruk, sedangkan perbankan syariah relatif dapat bertahan bahkan menunjukkan perkembangannya. Tetapi sangat disayangkan mayoritas masyarakat belum mengerti dan paham apa saja produk keuangan syariah,  bahkan  tidak mengetahui kalau ada produk keuangan syariah.
Bagaimana cara mensosialisasikan produk keuangan tersebut ? Adakah cara promosi yang tepat ?
Jawabannya ada di tulisan ini. Silahkan simak tulisan berikut !

Dunia Internet, Dunia Bisnis
Pernyataan yang pernah dilontarkan Alvin Toffer akan terjadinya pergeseran dari masyarakat industri menjadi masyarakat informasi kini telah menjadi kenyataan. Sebuah komunitas baru di masyarakat yang begitu getol  memburu informasi (e-community) telah hadir dengan ciri khas tersendiri. Dalam waktu 24 jam sehari, yang sepertinya masih kurang, komunitas ini memburu sekian juta informasi yang setiap saat siap untuk diupdate. Mereka memiliki kesempatan untuk saling berbagi begitu banyak informasi di jagat raya bumi ini melalui sebuah jaringan maya yang dikenal dengan internet (Hidayat, 2007).
Beberapa tahun yang lalu mungkin internet hanya bisa dinikmati oleh orang-orang dari golongan menengah ke atas dan perusahaan-perusahaan besar saja. Namun perkembangan teknologi yang semakin melesat begitu cepat, dan disebut-sebut sebagai era revolusi informasi, telah menjadikan internet merambah keseluruh pelosok dunia. Dari perkotaan sampai ke pedesaan. Dengan demikian masyarakat sangat diuntungkan dengan kehadiran teknologi informatika  yang semakin terjangkau. Dan semakin lama semakin menurun harganya. Ini dikarenakan persaingan di antara perusahaan-perusahan besar yang semakin ketat. Belum lagi, munculnya perusahaan-perusahaan baru dari China dan Korea yang semakin merebut hati masyarakat; khususnya golongan ekonomi menengah ke bawah, dengan harga yang jauh lebih murah. Perangkat teknologi informatika seperti komputer, pocket pc, notebook, netbook, dan telepon seluler (smartphone) yang semuanya bisa digunakan untuk browsing internet dengan mudah, membuat masyarakat semakin dimanjakan. Sehingga saat ini internet bukan lagi sebagai barang mewah (Hakim, 2010). Ditambah lagi biaya internet yang murah meriah dengan persaingan antar ISP (Internet Service Provider).
Internet luar biasa menakjubkan dalam berbagai aspek. Internet menyediakan platform raksasa untuk menjangkau dunia, untuk menjual apa saja ke siapa saja, dan memungkinkan seorang penjual yang mengenakan piyama di rumahnya tampak seperti sebuah perusahaan besar. Internet hanya dibatasi oleh imajinasi kita sendiri dan internet adalah forum sempurna untuk menjadi kreatif, untuk memikirkan kembali cara-cara menjual yang lama, dan untuk melakukannya dengan lebih baik (Griffiths, 2011).  
Internet menawarkan banyak sekali bisnis, tetapi kebanyakan adalah bisnis periklanan atau memajang iklan di blog atau situs, contohnya bisnis menjual dan mengiklankan produk sendiri di situs atau blog, bisnis mengiklankan produk orang lain, bisnis sebagai penulis artikel atau me-review produk orang lain, atau bisnis di mana Anda akan mendapatkan uang hanya dengan melakukan klik dan melihat iklan, dan masih banyak bisnis-bisnis lainnya (Priyatno, 2009).

Hal  yang paling menarik adalah Anda tidak perlu pergi ke kantor untuk menjalankan bisnis ini. Cukup di rumah saja, semua dapat dilakukan di depan komputer yang terhubung internet. Tidak perlu mandi terlebih dahulu, berpakaian yang rapi, menyiapkan segala macam pernak-pernik untuk dapat bekerja. Dimanapun berada, meskipun sedang berlibur di suatu tempat yang jauh dari keramaian tetapi masih mendapatkan jarinagn internet, maka Anda masih bisa mengontrol bisnis internet (Prawira, 2010).
Apa hubungannya bisnis internet dengan sosialisasi produk keuangan syariah ? Bagaimana cara kerjanya ? Baiklah, saya akan memulai dengan menjelaskan bisnis afiliasi/program afiliasi/pemasaran afiliasi yang merupakan bagian dari bisnis internet; kemudian penerapannya pada sosialisasi keuangan syariah; lalu membahas secara singkat bisnis internet yang lain (Paid Survey, Paid, Review, Kuis Online) dan juga penerapannya. Terakhir penulis membahas cara memaksimalkan cara sosialisasi  dengan menggunakan hypnotic writing.
Penulis berharap artikel ini bisa bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Bisnis Afiliasi/Program Afiliasi/Pemasaran Afiliasi
Ada yang menyebutnya dengan bisnis afiliasi, di sumber  lain disebut program afiliasi/affiliate, dan yang lain menyebutnya pemasaran afiliasi. Ketiganya merupakan istilah yang sama. Oleh karena itu, penulis akan menyebutkan definisi ketiga istilah tersebut, yaitu sebagai berikut :
1.      Bisnis Afiliasi (affiliate) adalah suatu bisnis online dimana blogger bekerja sama untuk menjualkan produk dari pemilik produk dengan cara memajang iklan di blog atau situs. Di sini pemilik blog yang memajang iklan akan mendapatkan komisi jika ada orang yang berkunjung di blog atau situs dan melakukan klik iklan dan terjadi transaksi pembelian produk tersebut. Cara kerja bisnis ini, blogger sebagai penjual produk dari pemiliki produk, pertama-tama mendaftar di program afiliasi. Selanjutnya membantu mempromosikan dan menjualkan produk dari pemilik produk dengan cara memajang iklan di situs atau blog. Jika ada pengunjung yang datang dan melakukan transaksi pembelian lewat link iklan, maka akan mendapatkan komisi dari program afiliasi .Kemudahan dari bisnis ini, peminat dapat menggunakan blog gratisan untuk memajang iklan seperti blogger, wordpress, atau MySpace. Ada bermacam-macam produk yang dijual dari pemilik produk antara lain buku, komputer software, games, e-book, furniture, rumah, pakaian , elektronik, dan sebagainya (Priyatno, 2009).
2.      Program affiliate/afiliasi adalah marketing yang mengandalkan penggalangan komunitas untuk memasarkan produk. Sampai sekarang, program affiliate termasuk salah satu cara terpopuler yang banyak dilakukan pebisnis online karena bisa memperluas jaringan pemasaran secara efektif dan efisien. Sampai saat ini, program affiliate menjadi bisnis yang tidak tertandingi di dunia internet. Banyaknya keuntungan yang melekat pada bisnis ini menjadi daya tarik utama. Seperti pola kerja fleksibel tanpa harus khawatir bertabrakan dengan aktivitas kerja yang lain. Selain itu, resikonya boleh dibilang sangat kecil. Modal yang diperlukan tidak terlampau besar, sementara prospek keuntungannya bisa berlipat ganda. Karena itu, tidak heran jika bisnis program affiliate semakin marak. Banyak pemain baru yang mencoba peruntungannya di bisnis ini. Jika para pemasar ini berhasil mendapatkan pembeli, atau berhasil menjualkan produk-produk tadi, ia mendapat komisi. Besarnya komisi ditentukan oleh pemilik produk. Ada yang 25% atau ada pula yang member 50% dari harga jual produk . Para pemilik website ini biasa disebut affiliate merchant sedangkan para calon pembeli produk disebut leads atau prospects (Tan, 2009).
3.      Pemasaran afiliasi adalah sebuah jaringan saluran iklan online dimana para pemasang iklan/advertiser (pedagang online yang menjual produk dan jasa) membayar para pemilik situs/publisher (pihak individu yang mempromosikan produk atau jasa dari advertiser pada situs webnya) hanya pada hasilnya, dimana seorang pengunjung yang membeli atau mengisi sebuah form pembelian, dibandingkan membayar iklan untuk mendapatkan pengunjung seperti jasa layanan iklan online kebanyakan. Perbedaannya dalam kasus pemasaran ini adalah advertiser/pengiklan hanya membayar publisher/pemasang iklan ketika seorang klien baru menghasilkan penjualan atau tujuan tertentu yang telah ditentukan, dimana cara ini merupakan cara terbaik bagi kedua belah pihak. Advertiser/pengiklan dalam layanan ini akan membuat link iklan mereka, sendiri untuk dapat diletakkan dalam halaman situs publisher/pemilik situs. Tiap link iklan diberikan komisi, seperti jumlah minimal yang telah ditentukan pengiklan atau persentase hasil penjualan dalam situs web pengiklan. Publisher/pemasang iklan hanya perlu memasarkan iklan dari advertiser/pengiklan dalam situs web, maupun pemasaran melalui email. Ketika konsumen melakukan klik pada link iklan, maka sebuah cookie diset dalam browser pengunjung yang mengidentifikasi baik iklan dari advertiser, data publisher, dan nilai iklan yang diklik tersebut (Kurniawan, 2008).

Pola Afiliasi
Secara umum, ada lima pola yang diterapkan dalam program/bisnis afiliasi yaitu pay per sale, pay per lead,  pay per click, pay per download,  dan pay per view (Tantra, 2009), mekanisme kerja sebagai berikut :
1.      PPS (Pay Per Sale).
Pay Per Sale adalah satu jenis afiliasi, dimana merchant (pihak yang menjual produk) akan memberi komisi untuk setiap penjualan yang terjadi atas rekomendasi dari member afiliasi. Besarnya komisi bisa berupa persentase atau berdasar nominal  tertentu, dan nilainya jauh lebih besar. Wajar saja, karena mengajak orang untuk mau membeli barang  jauh lebih sulit dibandingkan dengan hanya sekadar mengajak orang untuk mengisi aplikasi pemesanan. Di internet, terdapat banyak sekali merchant yang menyediakan afiliasi berdasar pay per sale, dan jumlahnya kia hari kian bertambah (Taufik, 2008).
Merchant akan mendapatkan komisi itu bila berhasil menjual produk dari  Komisi didapatkan dari setiap penjualan melalui melalui url affiliate yang diberikan oleh perusahaan affiliate, bila tidak menghasilkan maka tidak akan mendapatkan komisi (Prawira, 2010). Contoh barang atau jasa yang biasa dipasarkan dengan menggunkan pay per sale adalah penjualan e-book dan software. Besar komisi untk pay per sale ini bervariasi, mulai dari 20% sampai dengan 75% (Timothy, 2010). Semakin besar harga produk yang dijual, semakin besar pula komisi yang akan didapatkan. Contoh situs Pay Per Sale : www.Clickbank.com dan www.amazon.com (Iskandar dan Jiang, 2010).
 Di Indonesia, metode penjualan ini sudah lama dipraktekkan di dunia nyata. Artinya, seorang affiliate marketer pada hakikatnya adalah perantara antara pemilik produk atau layanan dengan calon konsumen. Istilah yang lazim digunakan di tanah air adalah makelar atau calo. Jadi seorang affiliate marketer bertindak sebagai makelar atau calo di dunia maya (Oroh, 2010).
2.      PPL (Pay Per Lead).
Mirip dengan bounty (hadiah) dimana perusahaan akan membayar bounty kepada pengiklan sekali setelah pengunjung digiring ke situs merchant dan mengisi formulir pembelian. Pay per lead popular adalah Goaio.com (Taufik, 2007).. Tujuannya biasanya untuk membangun brand saja. Jika prospek yang direfensikan kemudian melakukan pembelian produk dari perusahaan affiliate program, maka juga akan mendapatkan komisi seperti pada PPS (Prawira, 2010).
3.      PPC (Pay Per Click).
Pay Per Click adalah program yang unik dimana kita akan mendapatkan bayaran pada saat  link iklan di situs kita, diklik oleh pengunjung pada situs kita. Yang  perlu kita lakukan adalah memberikan ruang iklan di situs kita untuk program tersebut. Dari setiap klik iklan yang terjadi pada situs, kita akan mendapatkan komisi. Program par per click yang popular saat ini adalah Google Adsense. Dalam program ini, kita boleh menempatkan 1 sampai 3 iklan Google di setiap halaman situs kita (Timothy, 2010).
4.      PPD (Pay Per Download).
Komisi didapat  bila orang yang Anda referensikan mendownload sebuah free report, file, game java gratis atau bentuk yang lain – lainnya (Tantra, 2009).
5.      PPV (Pay Per View) atau Pay Per Impression (PPM).
Komisi didapat berdasarkan berapa kali tampilan sebuah iklan muncul atau dilihat oleh pengunjung (Tantra, 2009).

Penerapan  Afiliasi untuk sosialisasi produk KeuanganSyariah
Program afiliasi merupakan sebuah metode iklan yang digunakan oleh perusahaan penyedia barang atau jasa untuk mendapatkan iklan afiliasi di situs mereka dan akan dapat bagian keuntungan jika ada pembeli yang membeli barang melalui afiliasi mereka. Contoh situs yang pertama kali sukses menggunakan metode afiliasi adalah Amazon.com (Zaki dan SmitDev Commubnity, 2008). Program ini dapat diterapkan pada sosialisasi produk keuangan syariah. Keunggulannya adalah menyebarkan informasi lebih cepat dan jangkauan lebih luas melalui ratusan bahkan ribuan website dan blog  dari para member afiliasi. Selain itu, akan menghemat biaya periklanan.
Cara kerja program afiliasi yang dapat diterapkan pada produk keuangan syariah adalah seperti ini :
1.      Produsen atau penyedia jasa (Bank Syariah)  menawarkan iklan melalui program afiliasi.
2.      Iklan produk atau jasa itu kemudian ditampilkan dalam sebuah situs member afiliasi,
3.      Pengunjung situs mengklik iklan itu dan dibawa ke situs produsen atau penyedia jasa (situs produk keuangan syariah),
4.      Untuk setiap pembelian atau transaksi yang dilakukan pengunjung lewar perantara member afiliasi/broker online yang memasang iklan produk keuangan syariah maka akan mendapatkan komisi sesuai ketentuan dan kesepakatan  (Hidayat, 2007).


Menurut Dinawati (2007), pemasaran atau sosialiasi produk keuangan syariah melalui afiliasi saat ini dianggap sebagai salah satu cara yang paling efektif. Pemasaran jenis ini memberikan keuntungan bagi tiga pihak yang terlibat :
1.      Situs web penyedia konten yang mengikuti program afiliasi, bisa menghasilkan keuntungan hanya lewat banner, teks, dan artikel-artikel yang disajikannya.
2.      Bank Syariah yang ingin memperkenalkan produknya bisa mengembangkan penjualan produknya lewat banyak situs-situs web yang menjadi partner afiliasinya.
3.      Konsumen mudah menemukan informasi tentang produk-produk  keuangan syariah tanpa harus bertatap muka secara langsung.

Bagaimana jika ada konsumen berminat pada produk keuangan syariah dan bagaimana pula jika sebaliknya
Saya akan mengulangi, cara kerja  program afiliasi seperti bab sebelumnya agar lebih paham lagi. Silahkan lanjut membaca !
Bagaimana jika ada konsumen berminat pada produk keuangan syariah ? Sederhana saja.. Partner/member afiliasi  menyediakan situs web/blog, yang biasanya  memiliki konten yang menarik sehingga mempunyai traffic yang tinggi (Banyak pengunjung/pembaca). Banner iklan dipasang di stus web/blog partner afiliasi. Jika ada pengunjung mengklik banner tersebut, maka pengunjung/konsumen akan dicatat dan diarahkan ke situs web produk keuangan syariah (Bank Syariah) (Dianawati, 2007).  Ketika pengunjung mengklik pada link afiliasi, kode dengan identifikasi tertentu akan merekam (melalui sebuah cookie) apakah pengklik tersebut jadi membeli atau tidak  (Zaki dan SmitDev Community, 2008).



Masalahnya adalah bagaimana cara membeli produk keuangan syariah tersebut yang berbeda jika membeli barang. Barang di toko online dibeli dengan cara sms atau mengklik tombol tertentu (add to cart, beli, tambah ke keranjang) kemudian melakukan check out dan mengisi biodata. Selanjutnya diarahkan ke alamat pembayaran.
 Sebenarnya masalah ini ada solusinya dengan mengadopsi cara membuka rekening secara online yang sudah diterapkan  bank-bank di Indonesia.  Contohnya seperti BCA (www.klikbca.co.id), Bank Sinar Mas (www.banksinarmas.com), Bank BRI (https://eform.bri.co.id/), dan lain sebagainya. Konsumen yang tertarik dengan produk keuangan syariah dapat membelinya dengan cara registrasi seperti membuka rekening secara online. Lihat contoh gambar di bawah ini.


Bagaimana jika konsumen tidak berminat hanya sekedar mengklik iklan dan melihat-lihat saja ? Jawabannya,  ini adalah keuntungan meskipun tidak berminat pada produk keuangan syariah secara otomatis pengunjung mengenal produk keuangan syariah melalui link (banner iklan). Selanjutnya diarahkan pada situs Bank Syariah (langsung ke artikel penjelasan produk keuangan syariah).




 Contoh Banner Iklan
Share on Google Plus

About Heru Purnomo

Aku hanya seorang biasa. Tapi punya rasa. Dibilang biasa juga gak papa. Yang penting bermanfaat buat semua

0 komentar :

Post a Comment